Penulis: Ode Anwar | Redaktur: Kadarsih Lesmana
SUMSEL-Metropolitan-swaraproletar.com– Seluruh jajaran Pejuang Proletar Rumah Proletar Indonesia menggelar rapat konsolidasi dalam rangka menyambut Hari Lahir ke-1 organisasi yang akan di laksanakan pada Jum’at 19 September Hingga Minggu 21 September 2025 mendatang.
Rapat yang dilakukan pada Rabu 20/08/2025 bertempat di Kantor Biro Hukum Advokasi Rakyat RUMAH PROLETAR Indonesia ini menjadi ruang reflektif dan strategis untuk merancang rangkaian kegiatan yang tidak hanya merayakan usia, tetapi juga memperkuat arah perjuangan dan regenerasi gerakan.
Rapat ini berlangsung penuh semangat, reflektif, dan sarat makna, menandai satu tahun perjalanan gerakan yang dibangun atas dasar solidaritas kelas, partisipasi rakyat, dan regenerasi ideologis.
Dalam rapat tersebut, diputuskan sejumlah agenda utama yang akan mewarnai perayaan hari lahir, antara lain:
Kirab Perjuangan Sriwijaya + Orasi dan Manifesto Politik, Sebuah prosesi simbolik yang merefleksikan jejak sejarah perlawanan rakyat dan semangat pembebasan dari tanah Sriwijaya.
Seminar Nasional, Forum diskusi terbuka yang menghadirkan pemikir, aktivis, Baik lokal maupun Nasional dan rakyat untuk membedah strategi gerakan, hukum rakyat, dan arsitektur organisasi pembebasan.
Launching Kelengkapan Organisasi: Termasuk peluncuran website resmi, kanal media sosial, dan platform komunikasi digital, Media Online sebagai alat konsolidasi dan penyebaran narasi gerakan.
Launching Rumah Diskusi Rakyat RUTAR Indonesia + Pameran UMKM kreatifitas Rakyat Proletar, Sebuah ruang kolektif untuk pendidikan politik, regenerasi kader, dan advokasi berbasis komunitas, menampilkan hasil kreatifitas dari kelompok-kelompok Rakyat Proletar..
Peluncuran Buku, Peluncuran Buku oleh pendiri RUMAH PROLETAR Indonesia dengan judul “MERDEKA dalam jeritan Proletar Semesta”.
Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Rumah Proletar Indonesia, Arianto Amiruddin Poetra, menyampaikan bahwa momen ini bukan sekadar perayaan, melainkan titik refleksi dan konsolidasi untuk memperkuat fondasi gerakan ke depan.

“Satu tahun bukan waktu yang panjang, tapi cukup untuk membuktikan bahwa gerakan ini hidup, tumbuh, dan terus berakar di tengah rakyat. Perayaan ini adalah milik semua yang percaya bahwa pembebasan harus dibangun bersama, dengan struktur yang partisipatif dan narasi yang membebaskan,” ujar Arianto.
Arianto menambahkan “Kami mengundang seluruh komponen rakyat, buruh, tani, nelayan, perempuan, pemuda, penyintas urban, dan semua yang tertindas oleh sistem yang tidak adil untuk bergabung bersama kami. Rumah Proletar bukan milik segelintir orang, melainkan rumah bersama bagi mereka yang ingin membangun masa depan yang setara, berdaulat, dan membebaskan,” ujar Arianto.
Rumah Proletar Indonesia membuka ruang partisipasi dalam berbagai bentuk: sebagai kader, relawan, mitra advokasi, penggerak komunitas, maupun kontributor narasi dan media.
Setiap suara, setiap tenaga, dan setiap gagasan adalah bahan bakar bagi gerakan yang hidup dan terus bertumbuh.
“Mari kita rayakan satu tahun ini bukan dengan nostalgia, tapi dengan keberanian untuk memperluas gerakan. Rumah ini masih membangun fondasinya dan setiap dari kita adalah batu bata yang menentukan bentuknya. Bergabunglah, dan jadilah bagian dari sejarah pembebasan yang sedang ditulis bersama,” tutup Arianto.
Rapat juga menegaskan pentingnya menjadikan setiap elemen perayaan sebagai ruang pendidikan politik, penguatan identitas gerakan, dan regenerasi kepemimpinan yang berakar pada realitas rakyat.
Sumber berita: : Redaksi swaraproletar.com
By Redaksi: swaraproletar.com @merahmerdeka
















