Aksi ditunda, Arianto: Kepentingan dan isu tidak lagi segaris dengan perjuangan ideologis RUTAR Indonesia

0
467
Ket Foto: Arianto Amiruddin Poetra/ Direktur Eksekutif RUMAH PROLETAR Indonesia
Pewarta: Anwar ode | Editor: Kadarsih Lesmana (Edisi: Minggu 31/08/2025)
Jakarta-Metropolitan-swaraproletar.com– Dalam semangat keterbukaan dan tanggung jawab kolektif, Rumah Proletar Indonesia menyampaikan bahwa aksi demonstrasi yang sebelumnya direncanakan pada tanggal 28 Agustus 2025 secara resmi ditunda.
Keputusan ini untuk menjawab pertanyaan dari Kawan-kawan pejuang dari berbagai lintas sektor yang berencana bergabung dalam Aksi yang digagas sebelumnya, serta keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan mendalam atas dinamika isu yang berkembang di lapangan. Aksi yang semula dirancang sebagai penegasan terhadap tiga pokok persoalan—yakni:
  1. Delegitimasi DPR-RI sebagai wakil rakyat yang telah mencoreng marwah konstitusionalnya
  2. RUU Perampasan Aset
  3. Menuntut Ketimpangan struktural yang hingga hari ini terus menindas kelas-kelas bawah
telah bercampur dengan berbagai kepentingan dan tuntutan yang tidak sepenuhnya sejalan dengan garis perjuangan ideologis Rumah Proletar Indonesia.
Kami menghormati semangat perlawanan yang ditunjukkan oleh berbagai elemen rakyat dalam aksi 28 Agustus. Namun, kami juga menyadari bahwa keberagaman isu yang diangkat—mulai dari tuntutan upah, pajak, hingga reformasi ketenagakerjaan—telah menjadikan ruang aksi terlalu cair dan berisiko kehilangan fokus politik yang kami perjuangkan.
Rumah Proletar Indonesia memilih untuk menunda aksi ini demi menjaga integritas gerakan, memperkuat konsolidasi lintas sektor, dan memastikan bahwa setiap langkah perjuangan tetap berpijak pada kesadaran kelas, keberpihakan pada rakyat tertindas, serta arah politik yang jelas dan terukur.
Kami tengah menyusun strategi baru yang lebih partisipatif, terfokus, dan simbolik—dengan tetap mengangkat isu-isu mendasar yang menyangkut legitimasi kekuasaan, keadilan aset, dan pembebasan struktural bagi rakyat kecil.
Kami mengajak seluruh kawan-kawan untuk tetap waspada, kritis, dan terlibat aktif dalam proses konsolidasi lanjutan. Penundaan bukanlah kemunduran, melainkan langkah strategis untuk memperkuat daya pukul gerakan.
Pernyataan resmi atas penundaan aksi demonstrasi yang sebelumnya direncanakan pada tanggal 28 Agustus 2025 ini., disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif RUMAH PROLETAR Indonesia Arianto Amiruddin Poetra,
“Keputusan ini diambil dengan penuh kesadaran politik dan tanggung jawab kolektif.
Sebagai bentuk konsolidasi dan peneguhan arah perjuangan, aksi akan dilaksanakan pada momentum yang jauh lebih bermakna dan simbolik: kami akan laksanakan pada 21 September 2025, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional dan Harlah Rumah Proletar Indonesia.
“Momentum ini bukan sekadar peringatan, melainkan penegasan bahwa gerakan rakyat harus berpijak pada kesadaran kelas, keberanian simbolik, dan arah politik yang terukur. Kami tengah mempersiapkan aksi yang lebih partisipatif, terfokus, dan penuh makna—dengan mengangkat kembali marwah perjuangan rakyat yang telah lama dikaburkan oleh kekuasaan”.
Kami mengajak seluruh kawan-kawan untuk:
1. Terlibat dalam konsolidasi lintas sektor
2. Berpartisipasi dalam produksi simbolik: visual, naratif, dan aksi budaya
3. Menyuarakan isu-isu mendasar dengan keberanian dan ketegasan
Penundaan ini bukan kemunduran. Ini adalah langkah strategis menuju pukulan yang lebih terarah, lebih kuat, dan lebih bermakna.
Solidaritas bukan hanya soal turun ke jalan, tapi juga soal arah, makna, dan keberanian untuk memilih waktu yang tepat”, Tutupnya.
Sumber berita: : Redaksi swaraproletar.com
By Redaksi: swaraproletar.com @merahmerdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here