Swaraproletar.com – Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia menyelenggarakan Sosialisasi Kebijakan dan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi program strategis nasional yang berfokus pada peningkatan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok dan terpencil.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ermia Sofiyesi, STP., M.Agr., selaku perwakilan dari Kedeputian Sistem dan Tata Kelola BGN, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan memperluas pemahaman serta penyebaran informasi mengenai tata kelola Program Makan Bergizi Gratis kepada para pelaksana di lapangan, termasuk di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Sosialisasi ini penting untuk memastikan seluruh pelaksana memahami dan dapat menerapkan tata kelola program secara tepat. Pelaksana di lapangan merupakan ujung tombak keberhasilan program, sehingga pemahaman yang baik menjadi kunci utama,” ujar Dr. Ermia.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa penyampaian informasi dilakukan melalui berbagai cara agar pesan dan kebijakan program dapat diterima secara optimal oleh masyarakat maupun pelaksana teknis.

“Kami memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, baik daring maupun pertemuan langsung. Kegiatan sosialisasi ini rutin dilakukan dua kali seminggu agar seluruh pihak memperoleh pemahaman yang menyeluruh terhadap kebijakan dan mekanisme program,” tambahnya.
Terkait implementasi di daerah terpencil, Dr. Ermia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan kebijakan khusus yang disesuaikan dengan karakteristik geografis dan sosial masyarakat setempat. Saat ini, sebanyak 973 wilayah telah ditetapkan sebagai daerah terpencil yang memperoleh perlakuan kebijakan berbeda.
“Untuk daerah terpencil, pendekatan yang digunakan lebih adaptif. Kami melibatkan satuan tugas daerah dan pemerintah setempat guna memastikan proses distribusi berjalan lancar. Pemerintah juga mendorong keterlibatan investor lokal agar dapat turut mendukung keberlanjutan program,” jelasnya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu inisiatif nasional yang ditujukan untuk meningkatkan ketahanan gizi anak-anak serta masyarakat berpenghasilan rendah. Selain berfungsi sebagai intervensi di bidang kesehatan dan pendidikan, program ini juga diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian lokal melalui pemberdayaan petani, peternak, dan pelaku usaha kecil penyedia bahan pangan bergizi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BGN menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan program berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ke depan, diharapkan program ini tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan dan kesejahteraan daerah.















