KLARIFIKASI: PT. DDP Bantah menjadi penyebab Banjir Medan, Aceh dan Sumbar

0
69
Ket Foto: Anton (Humas PT. Daria Dharma Pratama), Arianto ( Pengiat sosial), Aurego Jaya (Tokoh Pers). © Copyright Kadarsih / 2025 SN.COM

Pewarta: Anwar ode | Editor: Kadarsih Lesmana (Edisi: Sabtu20/12/2025)

BENGKULU-Mukomuko- Swaraproletar.com- PT Daria Dharma Pratama (DDP) yang berada di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, secara tegas membantah isu yang mengaitkan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut, masuk dalam salah satu perusahaan yang menjadi biang kerok bencana banjir yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Humas PT Daria Dharma Pratama, Anton.

Anton menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak memiliki dasar dan tidak didukung oleh fakta yang sebenarnya. Menurutnya, tidak ada korelasi antara aktivitas PT DDP dengan bencana banjir yang melanda tiga provinsi tersebut.

“Tidak ada korelasinya PT DDP dengan bencana banjir yang terjadi di Medan, Padang, dan Aceh. Itu adalah isu liar yang tidak mendasar,” tegas Anton. Jumat 19 Desember 2025 kepada awak media di Bengkulu.

Ia menjelaskan, secara logika dan fakta geografis, PT DDP tidak mungkin dikaitkan dengan bencana banjir tersebut. PT Daria Dharma Pratama beroperasi di Provinsi Bengkulu, tepatnya di Kabupaten Mukomuko, yang secara teritorial tidak berada di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh.

“Secara logika orang awam saja sudah jelas tidak ada kaitannya. Lokasi operasional PT DDP itu sangat jelas dan terang benderang berada di Provinsi Bengkulu, bukan di tiga provinsi yang saat ini terdampak banjir bandang,” jelasnya.

Anton menyebutkan klarifikasi ini perlu disampaikan agar isu yang berkembang tidak menyesatkan publik dan merusak citra perusahaan. Pasalnya, narasi yang mengaitkan PT DDP dengan bencana banjir tersebut telah beredar luas, baik di sejumlah media arus utama maupun di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

“Ini perlu kami luruskan agar tidak menjadi konsumsi publik yang menyesatkan dan membuat citra PT DDP menjadi buruk,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak PT DDP juga mempertanyakan kebenaran narasi yang dibangun oleh sejumlah media dan akun media sosial tersebut. Anton menegaskan, sebelum pemberitaan dan konten itu beredar, tidak ada upaya konfirmasi dari pihak mana pun kepada perusahaan.

“Tidak ada konfirmasi ke pihak perusahaan, baik melalui telepon, WhatsApp, email, atau cara lainnya. Tiba-tiba saja narasi itu muncul ke publik. Ini jelas merugikan pihak PT DDP,” pungkas Anton.

PT Daria Dharma Pratama berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta tidak mudah mempercayai isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.

Perlu diketahui sebelumnya beredar dimedia sosial beberapa narasi yang memperlihatkan video mengenai beberapa data Perusahaan yang yang menjadi penyebab banjir bandang sumbar, Aceh dan medan.

Hal ini juga menjadi perhatian salah satu tokoh pers Bengkulu Aurego Jaya yang juga ketua Asosiasi Media Bengkulu Online (AMBO) Ia berharap agar Kawan-kawan Pers dan Kawan-kawan creator media sosial dapat menjunjung tinggi prinsip jurnalisme yang profesional, berimbang, dan beretika dalam menyajikan informasi kepada public.

Ia menekankan pentingnya melakukan konfirmasi dan verifikasi data sebelum mempublikasikan sebuah pemberitaan, khususnya yang menyangkut nama baik perusahaan.

“Kami berharap rekan-rekan insan pers dapat menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dengan mengedepankan asas keberimbangan dan klarifikasi. Konfirmasi kepada pihak perusahaan sangat penting agar informasi yang disampaikan ke publik tidak menyesatkan dan merugikan pihak tertentu,” ujar Aurego.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menciptakan informasi yang edukatif dan mencerdaskan masyarakat, bukan justru memperkuat narasi yang belum jelas kebenarannya” ungkapnya.

Hal senada juga diamini oleh Penggiat sosial yang juga Putra Kabupaten Mukomuko Arianto AMP, ia menyayangkan beberapa narasi liar yang menyesatkan Publik, oleh beberapa akun yang sengaja dan terlalu pulgar menyudutkan pihak Perusahaan khususnya PT. DDP yang secara logika tak masuk akal mengaitkan Perusahaan ini masuk dalam data Perusahaan yang mengakibatkan banjir di aceh, medan dan sumbar, selain berjarak dengan TKP yang sangat jauh ini Adalah Perusahaan Perkebunan bukan Perusahaan Pemanfaatan Hutan.

“Harapan kami, media dapat menjadi mitra yang objektif dan bertanggung jawab dalam menyampaikan fakta kepada masyarakat, kita wajib prihatin dengan kondisi saat ini, namun hasil penulisan haruslah didasari dengan fakta dan realita yang benar bukan menyesatkan” pungkasnya.

SB: © Copyright Danandaya / 2025 SN.COM

By Red: SP.CO@merahmerdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here