0
108
Ruang Suara Proletar:
Suaranya kaum bawah
Oleh: Redaksi Swaraproletar.com
RUMAH PROLETAR Indonesia
Solidaritas tak mengenal batas negara. Ketika Affan Kurniawan dilindas kendaraan taktis polisi, bukan hanya rakyat Indonesia yang berduka. Dari Kuala Lumpur hingga Cebu, dari Bangkok hingga Singapura, rakyat Asia Tenggara bergerak. Mereka mengirim makanan kepada pengemudi ojol, menyebarkan tagar #SEAblings, dan menggelar aksi di depan kedutaan.
“Pemerintah kita sama buruk dan korupnya,” kata Tara dari Filipina, yang mengirim makanan ke Jakarta lewat aplikasi ojek daring. Ia bukan aktivis, bukan politisi. Ia hanya seorang warga yang tahu bahwa ketidakadilan adalah musuh bersama.
Di Malaysia, organisasi Mandiri Malaysia menyatakan bahwa solidaritas lahir dari sejarah serumpun. Bahasa, budaya, dan luka yang sama membuat kita saling terhubung. Ketika satu rakyat tertindas, yang lain ikut bersuara.
Namun, suara-suara ini dibalas dengan penangkapan. Aktivis dituduh makar, jurnalis dibungkam, dan aparat bersenjata dilepas ke jalanan. Negara tidak hanya gagal melindungi rakyat—ia aktif melukai mereka.
Dan di tengah semua itu, ribuan buruh Gudang Garam dipecat. Tanpa pesangon yang layak, tanpa perlindungan hukum. Mereka bukan angka statistik. Mereka adalah ibu, ayah, anak muda yang kehilangan mata pencaharian demi efisiensi korporat.
Ini bukan tiga isu terpisah. Ini satu cerita besar tentang bagaimana negara dan kapital saling bergandengan tangan untuk menindas. Ketika rakyat bersuara, mereka disebut perusuh. Ketika rakyat bekerja, mereka dibuang. Ketika rakyat mati, mereka dilupakan.
Tapi kita tidak akan lupa. Kita tidak akan diam. Kita tidak akan tunduk.
Hari ini, kita menulis sejarah. Bukan dengan tinta, tapi dengan solidaritas. Bukan dengan pidato, tapi dengan aksi. Dari suara ojol hingga suara diaspora, dari puisi jalanan hingga infografik digital, kita sedang membangun jaringan perlawanan.
“Rumah Proletar Indonesia mengajak semua rakyat tertindas untuk bersatu. Karena suara kita bukan ancaman—ia adalah harapan. Dan harapan tidak bisa dipenjara”
Salam Proletar-Merdeka Semesta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here