Menkeu dari Jurusan Elektro? Bukti Karier Tak Harus Linier

0
140
Ket Foto: Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Ferry Juliantono. Dokumentasi Kementerian Koperasi
Pewarta: Anwar ode | Editor: Kadarsih Lesmana (Edisi: Senin 08/08/2025)
Jakarta-Metropolitan-swaraproletar.com– Siapa bilang jadi Menteri Keuangan dari jurusan Teknik Elektro itu mustahil? Hari ini, Purbaya Yudhi Sadewa resmi menggantikan Sri Mulyani sebagai Menkeu sebuah momen yang menegaskan bahwa jalur karier tidak selalu lurus mengikuti ijazah. Pengangkatan ini diumumkan dalam reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025.
Dari Laboratorium ke Anggaran Negara
Purbaya memulai langkah akademiknya sebagai Sarjana Teknik Elektro ITB. Setelah itu, ia memperdalam ilmu ekonomi hingga jenjang pascasarjana, membekali diri dengan fondasi kuantitatif dan analitis yang kuat perpaduan yang tidak umum, tetapi justru relevan untuk kebijakan fiskal modern yang serba data.
Sebelum masuk kabinet, Purbaya dikenal publik sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020. Di sana, ia berkutat dengan stabilitas sistem keuangan, manajemen krisis, dan kepercayaan publik “arena latihan” yang dekat dengan mandat Kementerian Keuangan.
Kenapa Latar Teknik Masuk Akal di Kemenkeu?
1) Berpikir sistem & pemodelan. Teknik Elektro melatih cara berpikir sistemik: memetakan variabel, memahami interaksi, lalu mengoptimalkan hasil. Pola pikir ini berguna saat merancang kebijakan fiskal dan mengelola risiko makro.
2) Data-driven by default. Analitik, statistik, hingga optimasi semuanya modal yang sama pentingnya ketika menyusun APBN, memproyeksi penerimaan, atau mengukur dampak subsidi.
3) Translasi lintas disiplin. Perpaduan rekam jejak teknis dan ekonomi membuat Purbaya fasih “menerjemahkan” angka menjadi keputusan yang bisa dieksekusi lintas lembaga.
Pelajaran untuk Mahasiswa & Profesional
Karier tak harus linier. Purbaya menunjukkan bahwa fondasi sains/teknik dapat mengantarkan ke puncak kebijakan ekonomi, selama terus menambah kompetensi dan pengalaman lapangan.
Skill > label jurusan. Dunia kerja hari ini menghargai kemampuan analisis, komunikasi, dan problem solving yang bisa ditransfer ke banyak sektor.
Bangun portofolio dampak. Kiprah di LPS, institusi yang menjaga kepercayaan sistem perbankan membangun kredibilitas yang dibutuhkan untuk memegang amanah lebih besar.
Bukti Nyata Karier Non-Linier
Dalam konteks ekonomi yang dinamis, peran Menteri Keuangan menjadi sangat strategis, bukan hanya dalam menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga dalam mencegah PHK massal. Kebijakan fiskal yang tepat seperti insentif pajak, subsidi produktif, hingga dukungan likuiditas bagi sektor usaha akan memberi napas panjang bagi perusahaan agar tetap bertahan dan menjaga tenaga kerjanya.
Dengan latar belakang teknis dan ekonomi, Purbaya Yudhi Sadewa diharapkan mampu merumuskan kebijakan berbasis data dan sistemik yang tidak hanya mengamankan anggaran negara, tetapi juga melindungi jutaan pekerja dari risiko kehilangan mata pencaharian.
Kisah Menteri Keuangan dari jurusan Teknik Elektro bukan sekadar anomali; ini cermin kebutuhan zaman. Ekonomi modern butuh pemimpin yang nyaman bermain di irisan data, teknologi, dan kebijakan. Pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa mengirim pesan jelas: jadi menteri tak harus linier dengan yang dipelajari saat kuliah, asalkan kompetensi, integritas, dan rekam jejaknya berbicara.
Dan ini lah profil Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang Dilantik Prabowo Gantikan Sri Mulyani
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/9/2025) sore.
Purbaya sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Selain itu, ia juga aktif sebagai Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010–2014), Wakil Ketua Satgas Debottlenecking di Kemenko Perekonomian (2016–sekarang), Anggota Dewan Pertimbangan Kadin, hingga Anggota Indonesia Economic Forum.
Sebelum terjun ke pemerintahan, Purbaya memulai karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994).
Ia juga lama berkiprah di Danareksa, mulai dari Senior Economist, Chief Economist, hingga Direktur Utama Danareksa Securities dan Anggota Direksi PT Danareksa (Persero).
Dengan latar belakang panjang di sektor keuangan, riset, dan pemerintahan, Purbaya dipercaya Presiden Prabowo untuk mengemban amanah sebagai bendahara negara.
Sumber berita: : Bisnis.com
By Redaksi: swaraproletar.com @merahmerdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here