Jerman mulai berpaling dari AS “Sebut Trump hancurkan tatanan dunia”.

0
14
Ket Foto: Presiden AS Donald Trump & Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier. © Copyright Kadarsih / 2025 SN.COM
Pewarta: Anwar ode | Editor: Kadarsih Lesmana (Edisi: Jum’at 09/01/2026)
BERLIN– Swaraproletar.com- Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengkritik keras kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Dia menilai, aksi dan kebijakan yang dilakukan Trump telah merusak tatanan dunia yang dibangun dengan kerja sama internasional.
Dilansir dari Compas.com, Steinmeier menegaskan, dunia jangan sampai berubah menjadi lubang perampok yang hanya menguntungkan negara besar tanpa memperhatikan prinsip keadilan dan hak asasi.
Komentar tajam tersebut disampaikan Steinmeier dalam sebuah simposium yang diadakan di Berlin pada Rabu (8/1/2026) malam.
Di satu sisi, Steinmeier menekankan bahwa AS selama ini merupakan mitra penting bagi Jerman dan sekutunya, sebagaimana dilansir Reuters.
Namun kini, kata Steinmeier, AS justru memperlihatkan keruntuhan nilai-nilai yang telah lama mendasari tatanan dunia.
“Perilaku AS saat ini merupakan sebuah keruntuhan nilai oleh mitra utama kami, yang dulu membantu membangun tatanan dunia ini,” ujar Steinmeier.
Steinmeier menilai, tindakan seperti aneksasi Rusia atas Crimea dan invasi penuh Rusia ke Ukraina pada 2022 menjadi titik balik yang mengguncang tatanan dunia.
Namun menurutnya, kebijakan luar negeri AS yang dipimpin oleh Trump semakin memperburuk keadaan.
“Kita harus mencegah dunia berubah menjadi tempat yang hanya menguntungkan segelintir kekuatan besar,” papar Steinmeier.
Meskipun jabatan Presiden Jerman bersifat seremonial, Steinmeier memiliki kebebasan untuk menyampaikan pandangannya secara terbuka.
Dan pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan yang semakin meluas di Eropa tentang arah kebijakan luar negeri AS.
Ketegangan yang meningkat dalam hubungan transatlantik ini juga terlihat dari sikap Jerman terhadap AS.
Saat ini, AS lebih memilih untuk mengandalkan negara-negara Eropa lain seperti Perancis dan Inggris.
Sebuah survei yang dirilis pada Kamis (9/1/2026) menunjukkan bahwa sekitar 76 persen warga Jerman merasa AS tidak lagi menjadi mitra yang bisa diandalkan.
Di sisi lain, hanya 15 persen yang masih percaya pada AS, angka terendah yang tercatat dalam survei tersebut.
Sebaliknya, tiga perempat responden merasa lebih bisa mengandalkan Perancis dan Inggris sebagai mitra internasional.
Kritik ini juga mencuat seiring dengan ketidakpastian terhadap kebijakan AS yang lebih terfokus pada kepentingan nasionalnya.
Pasalnya, hanya ada sedikit perhatian terhadap kerja sama multilateral dan peran penting organisasi internasional.
Steinmeier menegaskan bahwa dunia perlu menjaga prinsip keadilan dan menghormati nilai-nilai dasar yang membentuk tatanan dunia yang lebih inklusif dan berbasis pada norma-norma internasional.
SB: © Copyright Kompas.com / 2026 SN.COM
By Red: SP.CO@merahmerdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here